Lovers,  berwisata ke Turki, tak lengkap jika tidak mengunjungi Bursa Mosque (Masjid Agung Bursa) di Kota Bursa.  Otoritas Turki menyebut Masjid Agung Bursa sebagai masjid kelima terpenting di Dunia Islam setelah Masjid al-Haram (Makkah), Masjid Nabawi (Madinah), Masjid al-Aqsha (Palestina), dan Masjid Umayyah di Damaskus (Suriah). 

Masjid ini setiap hari ramai dikunjungi para turis, baik dari dalam negeri Turki maupun mancanegara. Bursa Mosque merupakan warisam sejarah  Kesultanan Ottoman. Bursa Mosque telah menjadi ikon  yang tak boleh terlewatkan bagi siapa pun yang menikmati keindahan Kota Bursa.

Seperti dilansir dari laman resmi Masjid Agung Bursa, BursaUluCamii.com, kompleks ini memiliki luas 2.215 meter persegi. Dalam bentuk aslinya, ke-20 kubah ini juga berfungsi untuk menadah air, yakni bila hujan turun dan mengalir dari pucuk kubah ke tepiannya.

Air hujan disalurkan ke kolam tempat wudhu (sadrvan). Namun, kini fungsi itu diubah dan diganti dengan bahan kaca bening yang tebal. Sehingga, fungsinya bukan lagi menadah air hujan, melainkan meneruskan cahaya matahari untuk menembus sisi dalam masjid ini.

Kaligrafi Interior masjid ini kaya akan lukisan-lukisan kaligrafi yang indah. Totalnya, ada 45 pajangan dan 87 dinding keramik yang dihiasi kaligrafi karya 21 orang seniman terkemuka Ottoman. Kaligrafi ini tersebar di dinding pilar, mimbar, ataupun dekat pintu-pintu masuk masjid.

Di sisi timur mihrab, ada daun pintu yang berusia satu abad dan berasal dari Ka'bah. Namun, kini pintu istimewa tersebut diletakkan dalam kotak kaca sebagai pajangan atau artefak historis.

Berdasarkan informasi dari TheBestOfBursa.com, bagian eksterior Masjid Agung Bursa terbuat dari bahan batu cadas. Dua menara pada sisi kanan dan kiri masjid ini tampak kembar, tetapi sebenarnya dibangun pada tahun yang berbeda. Awalnya  satu menara yang terletak di sisi barat. Berulah menara kedua di sisi timur dibangun kemudian dalam era Sultan Mehmet I pada abad ke-15.

Lovers,  kemana pun travellingnya,  perjalanan akan makin lengkap dengan membawa BuDoKu (Buku Do'a Saku). Budoku by. Bianglala merupakan buku doa kecil yang praktis untuk dibaca dan dibawa. Bentuknya kecil, mudah untuk dibawa berpergian. Keunikan bentuk dan aneka desainnya yang cantik dan menarik.

BuDoKu dengan berbagai judul  bisa dipilih dan digunakan dan dijadikan souvenir berbagai acara seperti pengajian pernikahan, pengajian menjelang pernikahan, akikah, naik haji, kelahiran, khitanan, 40 hari, 100 hari, 1000 hari, dll.  Memilih BuDoKu sebagai souvenir dengan keunikan bentuknya dan warna warni yang menarik  menjadikannya souvenir yang memberikan manfaat dan kesan tersendiri.



Ulasan